Banyak orang tua yang memberikan obat batuk pilek anak salah, sehingga masa penyembuhan semakin lama. Hal tersebut memang tidak boleh dipersalahkan, pasalnya tidak semua orang tahu, jika terdapat beberapa jenis batuk dan pilek yang dialami anak-anak. Inilah penyebab utama kenapa buah hati Anda tidak sembuh, sekalipun sudah berganti obat.

Tidak semua anak akan mengalami batuk dan pilek dalam kondisi sama, ibu harus lebih peka terhadap kondisi anak. Bahkan jika bisa melihat tanda-tanda lainnya, seperti bagaimana suara batuk, frekuensi batuk dan apakah ada alergi atau hal lainnya. Inilah yang bisa digunakan dokter sebagai diagnosa awal untuk menentukan jenis batuk.

Jika memang masih baru, ibu bisa kok mendiagnosa jenis batuk dan pilek yang dialami anak, bahkan bisa melakukan pertolongan pertama yang bisa meredakan bahkan menyembuhkan batuk tersebut. Ada 5 jenis batuk dan pilek yang kemungkinan terjadi pada anak, selain itu juga diberikan solusi bagaimana cara mengatasinya.

Kenali 4 jenis Batuk Pilek dan Cara Menyembuhkannya

  1. Batuk Berdahak

Jenis batuk yang paling ringan adalah batuk berdahak, ini terjadi karena terdapat lendir. Jika masih baru, maka lendir tidak bisa keluar karena dalam bentuk gumpalan. Setelah diberikan obat batuk biasa, maka akan mengeluarkan lendir namun akan lebih lama. Anak-anak bahkan akan mengeluarkan air mata saat batuk dan tenggokan terasa lebih sakit.

Cara mengatasinya, bisa menggunakan obat batuk berdahak yang dijual besar, ini akan mengurangi dan menyembuhkan batuk pilek. Selain itu, pastikan anak dalam kondisi hangat dan berada di suhu ruangan normal, berikan juga makanan berkuah dan hangat agar mempercepat gumpalan lendir dan bisa keluar saat batuk.

2. Batuk dengan Bunyi Menggonggong

Hampir mirip seperti anjing yang menyalak saat dalam bahaya, anak-anak yang mengalami batuk hingga mengeluarkan bunyi menggonggong memang sangat menyiksa. Bahkan hingga menangis saat batuk, selain itu anak-anak juga mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini karena terjadi peradangan di tenggorokan, sehingga selalu ingin menggaruknya. Apalagi saat malam hari, bunyi batuk akan semakin kencang.

Cara mengatasinya, berikan handuk dengan yang dimasukkan dalam air hangat, usahakan anak menghirup uap panas. Ini akan meringankan sakit di tenggorokan dan membuat bunyi batuk semakin berkurang, di malam hari sebaiknya lakukan kompres di bagian tenggorokan dan hidung. Hindari juga hidung kering, karena akan membuat napas semakin berat.

3. Batuk Kering

Hal ini akan sangat menyiksa, karena setiap batuk akan mengalami sakit di bagian dada. Hal tersebut karena terjadi masalah di bagian paru-paru, bisa disebabkan oleh virus atau kuman. Anak-anak bisa batuk sepanjang malam dan merasa sakit di bagian dada dan kesulitan untuk bicara. Bahkan jika peradangan sudah semakin parah, batuk kering akan sulit untuk berhenti.

Hal tersebut juga disebabkan oleh adanya lendir yang berlebihan dan mengisi rongga paru-paru, selain itu lendir tersebut akan membuat batuk terus menerus tanpa ada jeda. Cara mengatasinya, batuk kering harus langsung diberikan obat, hindari minuman dingin dan makanan yang di goreng. Lebih baik konsumsi makanan hangat yang di rebus.

4. Batuk Rejan

Ini merupakan batuk pilek paling berbahaya, awalnya bisa dari batuk kering yang mendapatkan serangan bakteri di saluran pernapasan. Sehingga membuat setiap kali tarikan napas semakin sakit, bukan itu saja dalam satu hari, penderita batuk rejan bisa batuk hingga 20 kali dan mengakibatkan sulit bernapas.

Cara mengatasinya, ini sudah tidak bisa disembuhkan dengan cara alami, harus segera mendapatkan penanganan dokter. Karena jika terlambat, bisa berakibat fatal, pastikan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hingga x-ray di bagian dada, untuk melihat berapa banyak lendir yang menutupi rongga paru-paru, sehingga anak bisa bernapas dengan mudah.

Jangan pernah meremehkan batuk pilek anak, dimana setiap batuk memiliki cara penanganan masing-masing. Ibu harus tahu, anak mengalami jenis batuk apa sehingga mendapatkan penanganan yang tepat, jika sudah diatasi sejak awal, maka tidak perlu mendapatkan penanganan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *